Home HEADLINE Akhirnya Pastor Pun Jatuh Cinta

Akhirnya Pastor Pun Jatuh Cinta

3603
Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dan para staf dari kantor Pintu Air Rotat di dalam kapal feri cepat Larantuka-Lembata

Pintuair.co-Cinta kepada siapa, kapan dan di mana pun bisa diungkap dan dinyatakan.

Siapapun dia, termasuk pastor atau imam sekali pun tak sudi disalahkan ketika mengungkapkan rasa cinta itu.

Pagi-pagi (Kamis, 21/07/2016). Fajar mulai menyingsing. Matahari pelan-pelan beranjak naik, sinarnya mendarat-sentuh Kampung Rotat dan Kota Maumere.

Tuhan, aku mau pergi semoga jiwaku membangunkan fajar. Lindungi kami dalam perjalanan sehingga kami tiba dengan selamat sampai tempat tujuan.

Tim Kopdit Pintu Air yang terdiri dari Ketua Yakobus Jano, Sekretaris II Magdalena P. Lamak, Ketua Pengawas Barnabas Hening, Ketua Humas Vinsensius Deo, Sekretariat Maria Margaretha, Staf Justina Fire Lambo dan MC handal, Heribertus Hale bergegas pergi dari Rotat menuju Lembata.

Dua mobil yang dikemudi Om Mandus dan Om Koko susul menyusul menyusuri Nita, memasuki Kota Maumere dan terus meluncur ke arah Kota Larantuka.

Dalam perjalanan, kala cerita berakhir jeda, dua sopir ini menghibur penumpangnya dengan lagu-lagu lawas bersyair sepanjang jalan kenangan. Ada juga lagu lain, tapi yang paling sering diputar adalah syair sepanjang jalan kenangan.

Siang itu, sekitar pukul 11.00 Wita. Tim Kopdit Pintu Air pusat memasuki wilayah Hokeng. Ulah kemudi dari kedua sopir yang selalu ngebut membuat beberapa orang pusing. Tim pun beristirahat sejenak di rumah anggota Kopdit Pintu Air di Hokeng.

Setelah istirahat sejenak mendinginkan tenggorokan dan kepala dengan air, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan feri kota Reinha, Larantuka.

“Boleh buru dapat kapal cepat, tapi perut sudah lapar. Lebih baik mampir sebentar di rumah makan,” ujar Hery Hale.

Tim pun singgah di salah satu rumah makan di pinggiran jalan Kota Larantuka, persis di depan Katedral Keuskupan Larantuka.

Usai santap siang, tim bergegas memburu kapal feri cepat rute Larantuka-Lembata.

para penumpang mendengarkan sosialisasi tentang Pintu Air di dalam kapal feri cepat Larantuka-Lembata
para penumpang mendengarkan sosialisasi tentang Pintu Air di dalam kapal feri cepat Larantuka-Lembata

Tibalah di pelabuhan Feri di kota Reinha Larantuka dan langsung merebut tempat di kapal feri cepat.

Di sinilah tim mengalami kisah jatuh cinta dari seorang Rm. Kristian Pr, seorang imam yang mengabdi di salah satu paroki di Lembata.

Awalnya, Humas Kopdit Pintu Air, Vinsisius Deo memberanikan diri untuk bersosialisasi dengan penumpang lain di dalam kapal.

Ia bicara lepas. Ia sampaikan semua hal tentang Pintu Air.

Ternyata ada orang yang tertarik dengan sosialisasinya. Di salah satu kursi seorang pastor terkesima mendengarnya. Pastor itu bernama Romo Kristian.

Rm. Kristian jatuh cinta dengan Kopdit Pintu Air saat itu.

Ia mendengar kabar bahwa Kopdit ini  telah menyebar ke seluruh wilayah NTT. Katanya, pelayanannya baik, cepat, tepat dan tidak rumit.

“Saya mau jadi relawan untuk mengabarkan ke semua orang Lembata supaya masuk Pintu Air,” katanya.

Memang semula umat yang memberitahunya tentang Pintu Air, tapi sekarang ia sudah lihat langsung para pengurus dan staf dari kantor pusat.

“Saya sungguh jatuh cinta dengan Kopdit Pintu Air. Saya tahu dari umat, tapi sekarang saya berjumpa langsung dengan ketuanya dan pengurus serta staf pusat,” ungkapnya jujur. (Sip)

 

Komentar