Home SUARA ROTAT Lima Ayat Kunci, Spiritualitas Dalam Pelayanan

Lima Ayat Kunci, Spiritualitas Dalam Pelayanan

1022
Ilustrasi

*) Yakobus Jano

Pertama-tama harus dipahami bahwa koperasi adalah milik anggota. Anggota adalah raja. Para pengurus, pengawas dan pihak manajemen hanyalah pelayan yang siap melayani anggota.

Sebagai seorang pelayan, apapun pekerjaannya harus dilakukan dengan jiwa besar. Melayani anggota dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun, salah satu contohnya.

Bila ada anggota yang lepas sandal saat masuk kantor, para pengurus dan pihak manajemen harus ambil sandal dan letakkan sandal tersebut di kaki anggota. Hal itu sederhana tapi harus dilakukan dengan jiwa besar.

Tugas pelayanan koperasi ini menjadi pelayanan abal-abal bila tanpa semangat. Karena itu, saya akan menerangkan beberapa gagasan dasar yang membuka cakrawala kita dalam tugas pelayanan.

Ada lima ayat kunci, entah sadar atau tidak sudah menjiwai pelayanan kita di Kopdit Pintu Air. Lima ayat kunci ini harus dijadikan spritualitas pelayanan bagi pengurus, pengawas dan pihak manajemen.

Itu artinya kita butuh pegangan yang menjadi penyemangat dalam pelayanan. Inilah kelima ayat kunci tersebut;

Pertama, Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu di surga (Matius 5: 16).

Bekerja sebagai pengurus, pengawas dan pihak manajemen koperasi merupakan pekerjaan terang. Kita memberikan terang kepada sesama.

Visi kita; menjadikan semua anggota sejahtera dan misi kita; seluruh masyarakat harus menjadi anggota. Bukankah ini sebuah pekerjaan terang dan ini sangat mulia.

Nah, apa yang kita lakukan harus beriktiar pada kebaikan bersama. Dengan itu masyarakat bisa melihat kebaikan dan kemurahan Tuhan. Itu saja.

Tapi dalam tugas pelayanan, apa yang kita tawarkan tak semuanya berjalan lancar. Ada satu atau dua tantangan. Bagaimana cara mengatasinya?

Kedua, Kamu telah mendengar firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi dan tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (Matius 5: 38-39).

Karya pelayanan kita tidak selalu berjalan mulus. Ada bermacam-macam tantangan, baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar.

Di tempat baru terkadang kita ditolak atas alasan tertentu. Dalam perkembangan isu miring kadang menerpa lembaga kita.

Hal-hal semacam ini bisa diatasi asalkan kita memiliki cinta kasih. Didalamnya lahirlah strategi-strategi pelayanan ampuh sekaligus pikiran-pikiran yang cerdas untuk menyelesaikan setiap persoalan.

Kemudian dalam karya pelayanan itu, apa yang sebenarnya kita cari?

Ketiga, Carilah dahulu kerajaan surga dan kebenarannya, maka semuanya ditambahkan kepadamu (Matius 6: 33).

Benar bahwa dalam koperasi kita melakukan usaha bisnis. Tapi itu bukan hal yang utama. Uang hanya sarana atau alat.

Kita paham bersama bahwa koperasi adalah kumpulan orang-orang. Untuk itu, hal yang kita cari adalah kesejahteraan bersama.

Sebagai pelayan, kita harus menyelaraskan misi lembaga dan misi sosial yang mana sama-sama menekankan kesejahteraan anggota lewat pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam usaha meraih kesejahteraan bersama, kita memiliki titik keberpihakan kepada siapa pelayanan harus diberikan.

Keempat, Aku berkata padamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Matius 25: 40).

Kopdit Pintu Air merupakan koperasinya seluruh lapisan masyarakat. Semua orang bisa menjadi anggota tanpa sekat suku, ras dan agama.

Hal ini juga tidak membatalkan keberpihakan kepada orang kecil. Melayani yang tak terjangkau dan menjangkau yang tak terlayani. Orang-orang kecil harus diberdayakan dengan tetap merangkul yang berpunya.

Tekad kita adalah memberi ‘kail’ kepada nelayan, petani, peternak, dan buruh  (NTT-B) agar mereka bisa mengail rezeki sesuai dengan mata pencahariannya demi peningkatan ekonominya .

Dengan itu kaum NTT-B menjadi pemain utama yang mandiri dalam usaha ekonomi yang riil.

Lalu, apa upahnya bagi para pengurus, pengawas dan pihak manejemen sebagai pelayan?

Kelima, Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah; maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan (Matius 6:7-8).

Asalkan kita meletakkan seluruh tenaga, pikiran dan perasaan kita pada karya pelayanan yang ada, bukan tidak mungkin upah yang kita peroleh sejalan dengan usaha kita.

Salam Ora et Labora!

*) Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air. Rubrik Suara Rotat berisi gagasan, pikiran dan analisis beliau seputar karya pelayanan Kopdit Pintu Air sekaligus analisis ekonomi, khususnya koperasi yang kontekstual.

Komentar