Home HEADLINE Doa dan Air Mata untuk Nona Esy

Doa dan Air Mata untuk Nona Esy

8792
Para pengusung jenazah Almarhuma Fransiska Edita Esy pada acara pemakaman kedinasan Kopdit Pintu Air, Minggu (16/10/2016) di Kampung Baru, Talibura-Maumere

Pintuair.co, Talibura – Keluarga besar Kopdit Pintu Air se-Flobamorata berdukacita atas kepergian salah satu karyawannya, Fransiska Edita Esy yang meninggal dunia, Jumat (14/10/2016) di Kampung Baru, Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Sikka.

Almarhuma dikebumikan pada Minggu, (16/10/2016) di halaman rumah di Kampung Baru, Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Sikka secara kedinasan Kopdit Pintu Air.

Upacara pemakaman ini diawali misa yang dipimpin Romo Moses Kuremas, Pr dan didukung oleh koor dari Kopdit Pintu Air. Dalam kotbahnya, Romo Moses menegaskan, Tuhanlah yang mengatur hidup manusia, di luar keinginan manusia itu sendiri.

“Aturan Tuhan kita tidak mengerti. Hanya orang yang beriman mengerti recana Tuhan,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, umat beriman harus tekun dalam pengharapan dan selalu berdoa. Dengan itu kita akan mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita.

Mewakili keluarga, saudara kandung Almarhum, Bapak Vinsen mengakui bahwa almarhuma meninggal dunia karena didera penyakit selama beberapa bulan terakhir.

Lanjutnya, setelah melewati beberapa upaya penyembuhan, almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (14/10/2016) di kediamannya di Talibura, Maumere.

Dia juga menguraikan riwayat hidup almarhuma yang lahir pada Desember 1981. Sebagian besar masa pendidikan almarhum dihabiskan di tempatnya, Talibura.

Sementara riwayat kerjanya dimulai 1 Maret 2014 di  Kopdit Pintu Air.

Almarhum yang merupakan karyawan angkatan pertama 2014 ini, usai mengikuti masa training di Kantor Kopdit Pintu Air Rotat, menjalankan karya pelayanan di Cabang Ende.

Di Cabang Ende, semula almarhuma menjabat sebagai Juru Buku Satu Kopdit Pintu Air. Hingga menghembuskan nafas terakhir, Almarhum menjabat sebagai Penjabat Sementara Administrasi Umum Kopdit Pintu Air Cabang Ende.

Almarhuma Fransiska Edita Esy
Almarhuma Fransiska Edita Esy

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dalam sambutannya menegaskan, yang mungkin bagi Allah tidak mungkin bagi manusia.

“Penderitaan sebagai salib menuju kematian. Usaha penyembuhan sakit diupayakan. Tapi tak tertolong, rencana Tuhan lebih indah dari rencana manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kopdit Pintu Air Pusat, Yakobus Jano menandaskan bahwa kemuliaan Allah Ialah merahasiakan segala sesuatu.

“Kita tidak tahu, kapan kita mati. Ini merupakan rahasia Tuhan,” ungkapnya.

Menurut Jano, almarhuma merupakan pahlawan kecil. Karena itu, ujar Jano, kepada almarhuma diberikan penghormatan secara kedinasan.

“Bukan soal pahlawan. Tapi pelayanan adalah sebuah jasa pemberdayaan,” ungkapnya.

Akhirnya, Jano juga mewakili pengurus, pengawas dan anggota Kopdit Pintu Air mengucapkan dukacita yang mendalam atas kepergian almarhuma Fransiska Edita Esy. (Sip)

Komentar