Home HEADLINE Selalu Mencintai Proses

Selalu Mencintai Proses

701
Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano

*) Yakobus Jano

Kita sudah berpisah dengan tahun 2016. Sekarang kita masuk pada hari-hari awal pada tahun 2017.

Untuk itu, pertama-tama selaku Ketua Kopdit Pintu Air, saya ucapkan selamat natal tahun 2016 dan bahagia tahun baru, tahun 2017.

Memasuki tahun baru kita harus baru. Semangat juga harus baru sebagaimana tema natal dan tahun baru bersama Kopdit Pintu Air yakni ‘Yesus Lahir ke Dunia-Ia Membawa Semangat Baru’.

Kita sering berpikir bahwa masa lalu biarlah berlalu begitu saja. Ini pikiran keliru. Logisnya, tanpa masa lalu pasti kita tidak menikmati apa yang terjadi sekarang ini di sini. Karenanya, masa lalu adalah guru.

Bukankah yang lalu memberi kita pelajaran berharga. Dalam hal apa? Banyak hal. Kegagalan. Keberhasilan. Pengalaman jatuh bangun. Air mata. Kegembiraan. Semua ini menjadi poin yang harus direnungkan dalam menapaki tahun baru.

Memasuki tahun baru dengan harapan baru berarti menjadi baru dalam sikap sambil berpijak pada pengalaman masa lalu demi menjinakkan masa depan.

Dari pengalaman jatuh, kita belajar untuk bangkit. Dari pengalaman keberhasilan, kita belajar untuk tak puas dengan hasil yang ada, terus berjuang. Ini terjadi melalui sebuah proses evaluasi.

Petuah bijak menuturkan, kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan hari ini adalah anugerah. Memang yang tersisa adalah hari ini. Hari kemarin telah pergi. Hari esok belum tiba.

Yang ada pada kita sekarang ini adalah tahun 2017. Ini adalah anugerah sekaligus tugas. Kita harus berjuang mencapai apa yang menjadi target bersama pada tahun ini sambil belajar dari tahun 2016. Tentu saja kerja ini sedikit demi sedikit menyibaik masa depan yang masih misteri.

Perubahan

Kopdit Pintu Air mengemban dua misi yakni misi ekonomi, berkaitan dengan pendapatan lembaga dan misi sosial, berkaitan dengan kesejahteraan anggota. Kedua misi ini harus berjalan beriringan dan tidak berat sebelah.

Dalam perkembangannya Kopdit Pintu Air selalu menyeimbangkan kehadirannya baik sebagai lembaga ekonomi maupun lembaga pemberdayaan sebagaimana yang misi yang dibawa oleh Credit Union.

Untuk itu Kopdit Pintu Air mengusung sebuah slogan yakni revolusi mental, yang dimulai dari Kopdit Pintu Air itu sendiri sebagaimana yang didengungkan juga oleh Presiden Jokowi.

Dalam kenyataan, slogan ini tidak gampang diwujudkan. Memang gaungnya meluas. Tapi betapa sulit dalam pelaksanaannya.

Contohnya; beberapa tahun terakhir Kopdit Pintu Air mengarahkan anggota/masyarakat untuk hidup tidak boros, tidak pesta pora dan tidak judi dan menggaungkan budaya menabung.

Kenyataannya belum sesuai harapan. Banyak orang yang masih memelihara prilaku negatif. Sebagai misal, prilaku judi kian semarak. Pesta pora lebih parah lagi. Ada orang tertentu yang hidup hariannya seadanya saja, tapi saat pesta betapa mewahnya. Salon-salon speaker bertanding tinggi dengan bubungan rumah. Setelah pesta selesai utang membelit.

Kita boleh berperang melawan kemiskinan tapi ada yang tak mau keluar dari situasi kemiskinan. Bahkan ada yang pasrah dengan keadaannya. Yang menjadi masalah juga ada yang membuat dirinya tambah miskin lagi lewat pola hidupnya.

Di sisi lain ada sejumlah orang yang rakus dengan kekayaan tanpa peduli pada orang lain. Orang-orang seperti ini menikmati kekayaan di atas penderitaan orang lain.

Ini soal pola pikir. Cara pandang harus diperbaiki. Judi dan pesta pora sebagai penyakit sosial tidak boleh dibiarkan. Mengobati penyakit sosial ini menjadi usaha berkelanjutan Kopdit Pintu Air.

Soal segelintir orang yang menikmati hartanya, Kopdit Pintu Air hanya berpesan bahwa kekayaan harus dinikmati bersama lewat usaha bersama. Kita harus menikmati kekayaan ini secara merata.

Harus disadari bahwa mengubah cara pandang orang tidak segampang membalikkan telapak tangan, seketika orang langsung mengikuti jalan pikiran kita. Hal ini sulit.

Karena itu dibutuhkan waktu terus menerus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup yang baik dan benar.

Dengan demikian Kopdit Pintu Air selalu percaya pada proses. Dengan usaha yang tidak surut semangat bukan tidak mungkin kebaikan bersama bisa terwujud.

Kita yakin, hasil tidak akan mengkianati proses. Kopdit Pintu Air senantiasa mencintai proses dalam usaha mewujudkan visinya yakni kesejahteraan anggota. Semoga pada tahun 2017 , Revolusi mental terus mengekal dalam diri insan Kopdit Pintu Air. (*)


*) Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air. Rubrik Suara Rotat berisi gagasan, pikiran dan analisis beliau seputar karya pelayanan Kopdit Pintu Air sekaligus analisis ekonomi, khususnya koperasi yang kontekstual.

Komentar