Home HEADLINE Tekun Menjual Roti, Damianus Bisa Beli Mobil

Tekun Menjual Roti, Damianus Bisa Beli Mobil

1074
Ketua Humas Kopdit Pintu Air, Vinsensius Deo, Ketua KCP Makassar, Petrus Simon pose bersama pautri Damianus Sabut dan Maria Yanti. Tampak Mobil Box Grand Max milik pasutri ini.

Pintuair.co, Makassar – Pemburu yang mengejar dua ekor kelinci tidak akan mendapat apa-apa. Demikian dengan kesuksesan. Untuk meraihnya seseorang harus fokus pada satu usaha. Mencoba semua hal akan sia-sia. Kita tidak mungkin berkonsentrasi pada banyak hal untuk mencapai kesuksesan seperti yang direncanakan dan diimpikan.

Begitulah prinsip hidup Damianus Sabut, yang keseharian hidupnya bekerja sebagai penjual roti keliling di Kota Makassar. Ayah dari tiga anak ini patut dicontohi dan diteladani oleh sesama yang lain. Menghidupi keluarga dan biaya pendidikan anak hanya dari hasil jual roti.

Baginya, menjual roti adalah sebuah pekerjaan mulia. Hanya dari hasil perjuangan dan kerja kerasnya, dia bisa membeli mobil box jenis Grand Max warna hitam. Dengan nomor platnya DD 8593 BD.

“Semua pekerjaan adalah mulia. Tinggal kita mau kerja tekun atau tidak. Kesuksesan ada ditangan masing-masing,” katanya.

Pria asal Napunglangir-Maumere ini, memiliki riwayat hidup tersendiri. Merantau ke Makassar sejak tahun 1983. Dalam perjalanan waktu, dia jatuh cinta dengan Maria Yanti, asal kampung Nilo-Maumere.

“Saya merantau ke Makassar sejak tahun 1983,” kisahnya.

Selama di Makassar, dia bekerja di perusahaan roti. Mendapat PHK (Putus Hubungan Kerja) dari perusahaan roti pada tahun 2016. Di tahun 2016, dia mulai bergelut kerja sebagai penjual roti keliling dengan sepeda motornya jenis Smash.

“Saya sudah lama bekerja di perusahaan roti. Tiga puluh tahun lebih. Tahun 2016, saya di PHK oleh pihak perusahaan roti. Dari situlah, awal mula berjualan keliling,” tuturnya.

Suami dari Yanti ini, ternyata memiliki rasa jenuh menjual roti keliling dengan sepeda motonya. Kejenuhan baginya diubah menjadi sebuah motivasi kuat dan kokoh. Bertahan dan sabar, langkah maju meraih mimpi.

Apa mimpinya? Menjual roti tidak lagi dengan sepeda motor. Tapi, mau dengan mobil box. Menurutnya, kalau jual dengan menggunak sepeda motor, terkadang terhambat. Belum habis mengedar roti untuk para pelanggan. Rotinya sudah habis. Dia harus pulang lagi, ambil roti dan edar lagi.

“Jenuh mi, jual roti dengan sepeda motor,” ungkapnya.

Mimpinya untuk membeli mobil akhirnya tercapai setelah berjumpa dengan Ketua KCP Kopdit Pintu Air Makassar, Petrus Simon. Keduanya berjumpa dan berkisah saat membeli tiket kapal di pelabuhan Makassar.  Uneg-unegnya yang lama terpendam, mulai dia utarakan pada Petrus Simon. Dia ingin beli mobil box bekas. Dengan cara menggadai sebuah bidang tanah miliknya.

“Bagaiaman ini mi. Bantu beri solusi untukku. Mau beli mobil box bekas. Saya mau gade tanah milik saya di bank,” katanya.

Petrus Simon yang kala itu sebagai relawan Kopdit Pintu Air di Makassar mengajaknya untuk menjadi anggota Kopdit Pintu Air.  Alhasil, pada 12 Desember 2016, Damianus Baut masuk menjadi anggota Kopdit Pintu Air. Dengan Nomor Buku Anggota 152.608.

Damianus Sabut, bersama sepeda motor miliknya
Damianus Sabut, bersama sepeda motor miliknya

Waktu empat bulan, tidak disia-siakannya. Damianus semakin giat bekerja sebagai penjual roti. Sebelumnya hanya jual keliling di Kota Makassar. Berlahan dia dan anak sulungnya melebarkan sayap penjualan ke dua Kabupaten Tetangga yakni Kabupaten Goa dan Maros. Uang hasil jualan roti, dia tabung di Kopdit Pintu Air. Semakin giat bekerja, modal di Kopdit Pintu Air semakin bertambah. Angsur dan kewajiban lain tetap digenapinya.

Mimpi baginya tidak sekedar khayal semu. Atas bantuan Kopdit Pintu Air, impian membeli mobil box bekas akhirnya tercapai. Tepatnya, pada 14 April 2017, Damianus Sabut berhasil membeli mobil box bekas.

“Saya bersyukur pada Tuhan. Mimpi saya tidak sia-sia. Lewat bantuan Kopdit Pintu Air, saya bisa membeli mobil box bekas. Terimakasih Tuhan, terimakasih Kopdit Pintu Air yang telah membantu dan mendukung usaha jualan roti saya ini,” ungkapnya.

Kini, selain bekerja sebagai penjual roti. Damianus Sabut juga didapuk Ketua Humas dan Promosi Kopdit Pintu Air, Vinsensius Deo, untuk mendampingi anggota di tempat tinggalnya, Komplex Kodam, Jln. Daeng Hayo, RT 6/RW 2, Kelurahan Antang, Kec.Manggala, Kota Makassar. (Sip/Mon)

Komentar