Home HEADLINE Kisah Fitri Jatuh Cinta di Malam Tarawih

Kisah Fitri Jatuh Cinta di Malam Tarawih

641
Fitri dan keluarga pose bersama Petrus simon usai mendaftarkan diri menjadi anggota di rumahnya, Senin malam, (29/05/2017), Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar

Pintuair.co, Makassar – Kerinduan yang terpendam pada benak seseorang selalu menyesakan dada. Tak puas jika hanya mendengar cerita dari kerabat. Maunya cepat bertemu dengan sosok yang dirindukan. Kerinduan memang membuat seseorang risau dan penasaran. Di situlah pertanda cinta menuntut kehadiran dan perjumpaan nyata.

Demikian untaian kata yang menggambarkan Fitri Sri Wahyuni, istri dari Budi yang rindu bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air.

Kerinduan untuk berjumpa pun terwujud. Ibu dari tiga anak ini berpapasan dengan Ketua KCP Kopdit Pintu Air Makassar di jalan Bilawaiya 4. Usai menjalankan shalat Tarawih di Mesjid Al-Ikhlas, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar.

Pada saat berpapasan dengan Petrus Simon, Fitri dan ketiga anaknya salaing menyapa dan bersalaman. Dalam perbincangan, dia yang biasa akrab disapa Uci itu langsung menanyakan perihal syarat menjadi anggota, prosedur dan teknis peminjaman, bunga simpanan dan pinjaman.

“Saya selama ini penasaran mi. Saya hanya mendengar cerita dari kerabat dan tetangga asal Flores, Nusa Tenggara Timur tentang Kopdit Pintu Air. Atas penjelasan mereka saya merasa tertarik. Tapi, saya lebih puas kalau pak Simon yang jelaskan sendiri kepada saya. Syukur malam ini saya berjumpa dengan pak Simon,” kata Uci sambil berjalan masuk menuju kompleks rumahnya di bilangan RT 003/RW 002 itu.

Simon pun menjelaskan dengan apik dan beruntun mulai dari syarat, prosedur dan teknis pinjaman, bunga pinjmanan, solidaritas dana duka dan sosial. Atas penjelasan Simon yang sungguh mendalam, Fitri pun tertarik dan jatuh hati.

“Daftarkan saya mi. Suami dan anak-anak nanti menyusul jadi anggota,” katanya.

Ibu Fitri saat daftar menjadi anggota
Ibu Fitri saat daftar menjadi anggota

Fitri masuk menjadi anggota Kopdit Pintu Air bukannya hanya sekedar bergabung. Dia ingin membuka usaha bisnis kecilan di rumahnya. apabila modal simpanan bertambah, dia ingin meminjam membantu mengembangkan usaha Reparasi Kursi yang kini sedang dijalankan oleh sang suami tercinta, Budi.

“Saya dan suami mau buka usaha di rumah,” katanya.

Setelah mendaftarkan dirinya, dia berjanji mendaftar suami dan tiga anaknya menjadi anggota. Sekaligus, mengabarkan Kopdit Pintu Air kepada keluiarga dan kerabatnya.

“Saya ajak yang lain juga. Bagus mi, kopdit pintu air ini. Sangat membantu usaha ekonomi rumah tangga” ungkapnya. (Mon)

Komentar