Home HEADLINE Lorenza S. Apriani, Beprestasi Sejak Kecil

Lorenza S. Apriani, Beprestasi Sejak Kecil

466
Lorenza S. Apriani

Adalah Lorenza Servarilita Apriani (11). Gadis cilik yang akrab disapa Renza ini mengukir prestasi sejak di bangku sekolah dasar. Renza yang mengenyam pendidikan di SD Nita ini meraih juara pertama di kejuaraan daerah Kushin M Karate-Do Indonesia di Atambua pada bulan Juli kemarin.

Setelah sukses di tingkat kabupaten Sikka, sekarang Renza sedang mengikuti perlombaan pencak silat tingkat provinsi NTT di Kupang mewakili kabupaten Sikka. Prestasi ini setali dengan usaha kerasnya selama ini yang dibarengi dengan disiplin diri yang tinggi.

Sejauh ini, ia berhasil menyenangkan orang tua, lingkungan, sekolah dan juga pemerintah kabupaten Sikka. Hal ini menjadi hasil yang setimpal dengan usahanya sejak awal.

Ditemui dikediaman orangtuanya di dusun Bao Loran, RT 024/RW 006, desa Nita, kecamatan Nita, kabupaten Sikka, Kamis (03/08/2017), Renza menceritakan, olahraga pencak silat digelutinya sejak ia masih duduk di kelas empat sekolah dasar.

Anak pertama dari Robertus Hendri Bara dan Katarina Bota ini tertarik dengan dunia pencak silat karena menonton aksi para atlet pencak silat di televisi. Aksi para atlet ini membuat Rensa terpukau dan mendorongnya untuk belajar.

“Saya suka bela diri sejak saya masih kecil, karena  di Televisi, saya sering melihat mereka latihan dan gerakannya indah dan menarik. Saya ingin seperti mereka tapi saya tidak tahu di mana tempat latihannya,” tutur gadis cilik berdarah Lembata-Sikka ini kepada Pintuair.co.

“Keinginan saya terjawab ketika saya sudah di SD Kelas IV. Saat itu ada penerimaan peserta baru di pencak silat. Saya minta kepada Bapak dan Mama agar saya juga didaftarkan sebagai peserta,  Bapak dan Mama merestui keinginan saya,” tambahnya.

Ia pun mendaftarkan diri dan sejak saat itu ia rutin mengikuti latihan sesuai dengan jadwal yang ada. Padatnya jadwal latihan tidak membuatnya lupa dengan tugas pokoknya sebagai seorang pelajar. Ia pandai mengatur waktu.

Di dalam keluarga, Renza dikenal sebagai pribadi yang mandiri. Ia berusaha untuk lepas dari ketergantungannya pada orang tua dan belajar untuk mengurus diri sendiri. Hal ini dikaui oleh ayahnya, Robertus Hendri Bara yang  sehari-hari bekerja di kopdit Pintu Air.

Menurut Robertus, anaknya yang juga anggota Pintu Air dengan nomor anggota 122.005 ini cukup dewasa bila dibandingkan dengan usianya yang masih kecil ini.

“Tentu sebagai orang tua, kami punya harapan agar ia bisa sukses ke depannya dan terus memberikan yang terbaik untuk keluarga. Kami tidak memaksa dia untuk begitu atau begini. Kami sangat menghargai apa yang ia putuskan,” ungkap Robertus. (Video)

Komentar