Home HEADLINE Keajaiban Kecil dari NTT Bernama Pintu Air

Keajaiban Kecil dari NTT Bernama Pintu Air

691
Kantor Kopdit Pintu Air Pusat lama di Rotat

Desa selama ini sering diasosiasikan dengan hal yang terbelakang dan selalu kalah mentereng dibanding  kota. Namun, bagi Kopdit Pintu Air desa justru menjadi laboratorium nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kopdit yang digagas oleh 50 orang miskin dari kampung Rotat ini tidak menjadikan falsafah membangun dari pinggiran sebatas slogan tetapi benar-benar mewujud dalam kerja nyata.

Lihat saja lokasi kantornya yang jauh dari gemerlap kota. Kantor Kopdit Pintu Air pusat berada di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kec.Nita, Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menuju Kantornya jika ditempuh dari Kota Maumere berjarak sekitar 15 km dan dari ruas jalan utama Nita – Maumere berjarak sekitar 2,5 Km.

Meski berada di kampung, namun jangan anggap remeh kiprah Kopdit ini. Usahanya tidak sebatas simpan pinjam dan jasa saja, tetapi memiliki sebuah KSU dalam bentuk swalayan yang berlabel Pintar Asia Swalayan (PAS).

Unit usaha swalayan ini terletak di pinggir Jl. Diponegoro, Kota Uneng Maumere, unit usaha ini diresmikan oleh Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera pada 17 Juni 2016.

Keseriusan Kopdit Pintu Air yang kini dipimpin Yakobus Jano dalam mengembangkan usaha swalayan ini terlihat dari simpanan sahamnya yang sebesar Rp 6,15 miliar.  Swalayan baru ini disambut antusias oleh anggota.

Sebab dengan berbelanja di toko sendiri mereka mendapatkan tiga keuntungan/jasa yaitu jasa modal, belanja, dan SHU. Apalagi toko itu cukup lengkap menyediakan produk kebutuhan pokok seperti sembako.

Meski relatif baru, namun pendapatannya pada 2016 mencapai Rp1,36 miliar dan mampu memberi keuntungan sebesar Rp170,81  juta.

Nilai Pendapatan ini mampu mengungguli pendapatan dari unit usaha jasa yang telah lama beroperasi berupa pelayanan jasa transportasi sebesar Rp220,90 juta.

Seperti halnya kopdit pada umumnya, usaha terbesar di Kopdit  yang berdiri pada 1 April 1995 masih simpan pinjam.

Menurut pangkalan data kopdit Pintu Air, aset yang berhasil dibukukan pada smester I tahun buku 2017 yakni Rp. 718.171.000.000, simpanan yang berhasil direalisasikan sebesar Rp. 358.942.000.000 dan pinjamannya sebesar Rp. 586.020.000.000.

Dengan menyediakan layanan sesuai kebutuhan, anggota semakin loyal. Selain itu, minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi pun makin bertambah.

Pada 2016, jumlah anggota koperasi bertambah sebanyak 38.109 sehingga total anggota sebanyak 144.434 orang anggota. hingga paruh pertama tahun 2017, total anggota secara keseluruhan sebanyak 158.773 orang. Ini menjadi bukti bahwa Kopdit Pintu Air semakin dicintai masyarakat setempat.

Ditilik dari namanya mungkin terlihat unik seperti perlengkapan irigasi pertanian atau bendungan. Namun Pintu Air yang dimaksud bukan dalam arti harfiah tetapi diambil dari sumber mata air dari Kampung Rotat, Wair Pu’an.

Kata Wair Pu’an diterjemahkan sebagai Pintu Air. Kata ‘Pintu’ mengandung arti tempat keluar masuk, pengaman. Kata ‘Air’ berarti sesuatu yang sangat menyejukkan.

Dalam arti Biblis, Yesus adalah Pintu. “Akulah Pintu, barangsiapa masuk melalui aku akan selamat dan ia akan masuk keluar dan menemukan padang rumput. (Yoh 10:9).

Yesus adalah Air. Barangsiapa minum air yang akan kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya (Yoh 4:14). Semangat kebersamaan dalam Kopdit Pintu Air adalah saling menolong. Kau susah aku bantu, aku susah kau bantu.

Kopdit Pintu Air memberi pesan bahwa potensi ekonomi desa sangat besar asalkan dikelola dengan benar. Dengan bercermin dari pencapaian skala usaha, Kopdit ini mampu melampaui  koperasi yang ada di kota-kota besar sekalipun.

Ini menjadi seperti keajaiban kecil dari NTT bernama Pintu Air. Dari dusun kecil di kabupaten Sikka-NTT, Pintu Air mampu menyihir dunia dengan teladan hidup berkoperasi yang sejati. (Pel)

Komentar