Home HEADLINE Pasca RAT Cabang Weetebula, Anggota Harus Punya Rencana Keuangan

Pasca RAT Cabang Weetebula, Anggota Harus Punya Rencana Keuangan

421
Ratusan anggota hadiri acara pasca RAT cabang Weetebula pada Sabtu 16 Juni 2018 di aula hotel Sinar Tambolaka

Pintuair.co, Weetebula – KSP Kopdit Pintu Air Cabang Weetebula melaksanakan pasca RAT tahun buku 2017 pada Sabtu 16 Juni 2018 di Aula hotel Sinar Tambolaka, Sumba Barat Daya.

Wakil Ketua II KSP kopdit Pintu Air, Robertus Belarminus dalam sesi dialog meminta setiap anggota Pintu Air harus memiliki perencanaan keuangan baik secara pribadi maupun keluarga.

“Sebagai anggota koperasi, kita harus punya perencanaan keuangan. Baik pemasukan maupun pengeluaran harus diatur secara baik,” tutur Belarminus.

Wakil Ketua II KSP kopdit Pintu Air, Robertus Belarminus

Perencanaan keuangan ini, kata Belarminus, memudahkan anggota dalam mengelola pendapatan dari setiap usahanya.

“Kita gunakan pendapatan untuk pos-pos pengeluaran dan jangan lupa paling pertama kita sisihkan pendapatan kita untuk tabungan. Baru setelah itu kita gunakan untuk pengeluaran lainnya,” tegasnya.

Setelah melewati perencanaan, berikut pengelolaannya, tak lupa kita harus mengevaluasi setiap aktivitas yang telah kita lakukan.

Apakah kita berhasil? Atau apakah kita gagal? Apa masalahnya? Bagaimana jalan keluarnya? Apa rencana selanjutnya?

Sesungguhnya momen Pasca RAT ini menjadi saat yang tepat untuk evaluasi baik anggota itu sendiri maupun evaluasi pelayanan Pintu Air.

“Bagaimana pengelolaan keuangan saya selama ini? Baik atau tidak? Apakah saya anggota yang aktif, atau saya anggota yang pasif? Perlu perbaiki diri di tahun 2018,” kata Belarminus.

Demikian juga pengelola Pintu Air. Baik buruknya pelayanan harus dievaluasi. Ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Selain momen evaluasi, pasca RAT juga adalah momen syukur. Bersyukur untuk hidup dan perjuangan dalam satu tahun buku yang telah lewat.

Elias Rotan, penilik KSP kopdit Pintu Air di hadapan anggota mengungkapkan, pertama kali ia berkarya di Pintu Air, anggotanya masih ratusan orang. Wilayah pelayanannya kala itu masih di satu kecamatan.

Ia sangat bersyukur karena Pintu Air berkembang hingga ke wilayah Sumba dan baginya, perjumpaan dengan anggota cabang Weetebula membuatnya terus beryukur.

Wakil ketua komite cabang Weetebula, Anselmus Tana (tengah) saat memaparkan laporan keragaan cabang Weetebula

Motivasi

Kesempatan pasca RAT, menurut ketua komite cabang Weetebula, Maria Fransiska Haperi merupakan saat untuk memurnikan motivasi. Ia mengajak anggota agar bergabung di Pintu Air bukan untuk pinjam uang.

“Jangan masuk Pintu Air dengan motivasi mau dapat pinjaman. Nanti pasti ada masalah dalam perjalanannya,” tandas Haperi.

Lanjutnya, bergabung di Pintu Air harus didasari motivasi pengembangan ekonomi keluarga. Itu baru benar.

Hal yang sama ditegaskan wakil ketua komite cabang Weetebula, Anselmus Tana. Dalam memaparkan laporan keragaan, Tana juga menekankan, motivasi yang salah ketika bergabung dengan Pintu Air mengakibatkan lembaga koperasi rusak.

Lebih dari itu, anggota akan mengalami kesulitan dan ia tidak mendapatkan apa-apa dari keanggotaannya di koperasi.

Salah seorang anggota, Yohanes Kalei pun membenarkan hal ini. Sejak satu tahun lalu bergabung menjadi anggota, sedapat mungkin dirinya belajar berkoperasi secara benar.

“Saya usahakan untuk sisikan uang dan simpan. Saya juga sudah pinjam untuk beli motor. Saya punya komitmen untuk maju,” katanya Singkat.

Manajer cabang Weetebula, Konstantinus No Dau bersama timnya terus berkomitmen memberikan pendidikan kepada anggota. Pendidikan ini menjadi sarana untuk mencerahkan anggota tentang menjadi anggota koperasi yang baik.

Sebagai cabang yang baru diresmikan pada 27 Juli 2016 lalu, cabang Weetebula memiliki pertumbuhan anggota yang cukup baik. Saat ini anggotanya sudah menginjak angka 3.165 orang. Berbagai strategi dibuat untuk menggejot jumlah anggota kedepannya.

Plt. Bupati Sumba Barat daya, Drs. Ndara Tanggu Kaha

Dukungan Pemerintah

Koperasi adalah bagian terpenting dari masyarakat Sumba Barat Daya. Demikian penegasan Plt. Bupati Sumba Barat daya, Drs. Ndara Tanggu Kaha pada acara pasca RAT ini.

Hal ini tidak terlepas dari nilai luhur yang diwariskan nenek moyang kita yakni gotong royong.

“Koperasi mengandalkan kemandirian anggota. Koperasi dimiliki anggota serta bermanfaat bagi kesejahteraan anggota. Jadi kekuatan koperasi ada pada anggita,” katanya.

Dalam koperasi, anggota yang ekonominya kuat menolong anggota yang ekonominya lemah. Anggota yang ekonominya lemah menolong anggota yang ekonominya lemah.

“Haram dalam koperasi, anggota yang ekonominya kuat memangsa atau menjadi predator bagi anggota yang ekonominya lemah,” pungkas Tanggu Kaha.

Akhirnya, Tanggu Kaha mengapresiasi kerja keras tim Pintu Air dalam rangka mengembangkan ekonomi masyarakat di Sumba Barat Daya dan pemerintah terus mendukungnya. (Ijs)

Komentar