Home HEADLINE Cabang Watuneso Serahkan Daperma di Unit Pei Benga

Cabang Watuneso Serahkan Daperma di Unit Pei Benga

445
Ketua Unit Pei Benga, Hironimus Keli menyerahkan Daperma kepada Lusia Semu, ahli waris almarhum Yohanes Kami pada rapat bulanan di unit Pei Benga, desa Nggumbelaka, kecamatan Lepembusu Kelisoke, kabupaten Ende

Pintuair.co, Lepembusu Kelisoke – Tim KSP kopdit Pintu Air cabang Watuneso menyerahkan Dana Perlidungan Bersama (Daperma) kepada dua ahli waris dari anggota yang telah meninggal di unit Pei Benga, desa Nggumbelaka, kecamatan Lepembusu Kelisoke, kabupaten Ende.

Penyerahan Daperma ini bersamaan dengan kegiatan rapat anggota bulanan di unit Pei Penga pada minggu 7 Oktober 2018.

Dua ahli waris yang menerima Daperma yakni Lusia Semu yang merupakan ahli waris dari almarhum Yohanes Kami dan Umilia A. Marzuki yang merupakan ahli waris dari almarhum Ignasius Sutrisno.

Wakil ketua cabang Watuneso, Kanisius Yos Rae menjelaskan bahwa Daperma merupakan produk pelayanan keuangan Induk Koperasi Kredit yang melindungi simpanan dan pinjaman anggota kopdit-kopdit primer.

Hal ini, tambah Kanisius, bertujuan agar koperasi primer tidak mengalami mengalami kerugian bila anggotanya meninggal atau cacat total akibat musibah.

Karena ini Kanisius meminta kepada anggota untuk tidak perlu ragu hidup berkoperasi karena banyak hal positif yang didapatkan darinya, salah satunya santunan Daperma bagi ahli wari dari anggota yang telah meninggal.

“Kita bisa belajar dari pengalaman hari ini. Dua ahli waris yang menerima Daperma merupakan hasil dari hidup berkoperasi yang baik. Saya ajak kita untuk  sama-sama membantu dalam wadah koperasi,” tutur Kanisius.

Penyerahan Daperma oleh Sekretaris unit Pei Benga, Silvian S. Mega kepada Umilia A. Marzuki, ahli waris almarhum Ignasius Sutrisno

Lusia Semu merasa terharu dengan peristiwa yang ia alami hari ini. Almarhum suaminya, Yohanes Kami awalnya tidak memberitahu prihal keanggotaannya di kopdit Pintu Air. Baru kemudian diberitahu.

“Saya sedih sekali. Tapi suami saya sudah wariskan hal yang baik kepada saya dan anak-anak. Semoga kami bisa melanjutkannya,” kata Lusia.

Hal yang sama disampaikan Umilia A. Marzuki. Dirinya sedih karena ditinggalkan sang suami, almarhum Ignasius Sutrisno. Apalagi anak-anaknya masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang ayah.

Sekarang dirinya bangkit dan membuka usaha warung untuk menafkai keluarga. Ia salut dengan pelayanan Pintu Air  yang dialaminya selama ini dan berharap mempertahankannya. (Ijs)

Komentar