Home HEADLINE Menjadi Manajer yang Berkompeten

Menjadi Manajer yang Berkompeten

1614
Ke-20 manajer cabang KSP kopdit Pintu Air yang mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi yang diselenggarakan puskopdit Swadaya Utama Maumere

Pintuair.co, Maumere – Kesiapsediaan koperasi kredit (kopdit) untuk bersaing saat ini mengandaikan tata kelola organisasi/manajemen yang baik dan benar. Tata kelola itu tercermin dalam kuatnya sistem dan sumber daya manusia yang menjalankan dan berjalan dalam sistem tersebut.

 

Tanpa mengabaikan sistem, keberadaan sumber daya manusia yang mumpuni memiliki daya gedor yang kuat untuk memajukan kopdit. Itu artinya kualitas sumber daya manusianya harus terukur. Bagaimana itu diukur?

Ada tiga alat ukurnya yakni pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku (attitude). Ketiga hal membentuk apa yang namanya sumber daya manusia yang berkompeten.

Berlandaskan pemikiran ini, salah satu fokus KSP kopdit Pintu Air pada tahun buku 2018 adalah pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi bagi tim manajemennya.

Secara bertahap, Pintu Air mengutus beberapa juru tagih, kepala bagian kredit dan juga 20 manajer cabang untuk mengikuti  pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi yang diadakan di Pusdiklat Puskopdit Swadaya Utama Maumere.

Khusus pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi bagi manajer berlangsung pada 9-17 November 2018. Pelatihan ini dirasa penting mengingat posisi strategis manajer yang menurut ketua KSP kopdit Pintu Air, Yakobus Jano sebagai ‘pilot’ sebuah cabang.

Bagi Jano, manajer harus memiliki kompetensi dan juga sertifikat sebagai lisensi dalam menjalankan karya pelayanan kepada anggota di masing-masing cabang.

Jano juga menegaskan, keberadaan seorang manajer di Pintu Air adalah kehadiran pribadi secara individual. Tapi harus diingat juga bahwa kehadirannya itu serentak memberikan pengaruh yang luas bagi anggota. Kehadirannya memiliki efek sosial.

Bekal

Pengalaman selama hampir dua minggu mengikuti pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi memberikan bekal tersendiri bagi ke-20 manajer cabang KSP kopdit Pintu Air.  Manajer cabang Kupang, Maria M. Dua Mite misalnya, mengakui bahwa kegiatan ini memberikan nutrisi baru bagi dirinya.

Banyak ilmu baru yang ia dapatkan dan bisa menjadi panduan dalam menahkodai cabang Kupang.

Manajer cabang Utama, Gratianus C. Woda mengungkapkan hal sama. Ia menceritakan, ia bersama teman manajer yang lain ditempa dan digembleng selama dua minggu. Hampir tidak ada waktu untuk istirahat.

Tapi bagi Woda, pengalaman pelatihan semacam ini bermaksud untuk mendidik para manajer untuk dispilin sekaligus memahami lebih dalam tugas seorang manajer. “Luar biasa,” katanya.

Terkait materi, manajer cabang Lela, Tonceanus Jawa menjelaskan bahwa selama pelatihan ada sekitar 11 modul yang dibahas dan dipelajari. Ke-11 modul ini berhubungan dengan tugas seorang manajer.

“Memang cukup sulit juga. Tapi banyak hal yang sudah dipraktekkan selama ini sehingga bisa membantu,” kata Jawa.

Respon positif pun datang General manajer KSP kopdit Pintu Air, Gabriel P. Sorowutun. Baginya, sudah sepantas dan selayaknya tim manajemen Pintu Air tersertifikasi dan memiliki kompetensi yang teruji mengingat kencangnya arus persaingan dewasa ini.

“Saya bangga karena patner-patner saya sudah mengikuti pelatihan, dengan itu saya dikelilingi oleh orang-orang yang berkompeten,” kata Sorowutun.

Tentu saja, Sorowutun berharap, kompetensi yang ada harus dipraktekkan dalam tugas pelayanan di cabang dan memberikan efek positif bagi perkembangan Pintu Air dan anggota. (Ijs)

Komentar