Home HEADLINE Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air; Megah Demi Imaginasi Anak Cucu

Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air; Megah Demi Imaginasi Anak Cucu

1728
Kantor pusat KSP kopdit Pintu Air di Rotat, kecamatan Nita, kabupaten Sikka memasuki masa finishing

Pintuair.co, Rotat – KSP kopdit Pintu Air berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk merebut simpati masyarakat. Terbukti dari spirit pelayanannya KSP Pintu Air hadir untuk segenap lapisan masyarakat. Secara khusus merambah kaum tani buru, nelayan dan ternak.

Ketika sebuah lembaga koperasi kredit berhasil membangkitkan kepercayaan anggotanya maka hidup dan berjalannya koperasi tersebut ada sepenuhnya pada anggota. Dan KSP Pintu Air boleh berbangga dengan pencapaian macam ini.

Satu kebanggaan yang wajib hadir dalam diri segenap anggota adalah bahwa di, Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, sebuah kantor mentereng berdiri megah.

Kantor tiga lantai yang memasuki masa pengerjaan akhirnya ini siapa sangka dibangun sendiri dengan dana sumbangan segenap anggota dan segenap jajaran pengurus dan manajemen.

Bayangkan di sebuah dusun, sebuah kantor berdiri dengan megahnya. Menyamai hampir kebanyakan kantor-kantor pemerintahan, toko atau pun mall di kota-kota besar.

Kantor megah ini tak sekedar sok-sokan atau pun gagah-gagahan. Kantor ini dibangun di dusun, tempat pertama kali koperasi ini lahir. Kemegahannya adalah tanda bahwa spirit orang kecil ketika bersatu mampu membangun sebuah tanda bahwa mereka bisa.

Dan dari padanyalah anak-cucu atau orang dusun, orang desa siapa saja terhenyak untuk membangun imajinasi dan cita-cita hidup mereka untuk berbuat sesuatu yang lebih besar lagi.

Percaya atau tidak, tapi dengan adanya gedung megah sebagai kantor pelyanan ini pasti juga dibarengi dengan semangat dan pengorbanan segenap orang tua agar anak-anak mereka harus sekolah.

Menurut Yakobus Jano, Ketua Umum KSP Kopdit Pintu Air, kantor megah lantai tiga ini dibangun dengan uang senilai harga ayam potong dua ekor dari tiap-tiap anggota. Harga satu ayam potong adalah Rp 50.000 jadi kalau dua ekor ayam potong berarti Rp 100.000  dan untuk pengurus dan manajemen menyumbang Rp 200.000.

Dengan pengandaian, membeli ayam potong maka segenap anggota berkeyakinan bahwa mereka bisa. Demikian menurut Jano.

“Kalau kita langsung omong angka uang itu masyarakat kita yang hampir semuanya orang kecil ini pasti njlimet pikirnya. Jadi kita perlu penjelasan yang langsung menyentuh pikir dan rasa,” kata Jano.

Hendrik Pius Bhezo, salah seorang guru swasta yang juga anggota KSP Pintu Air mengaku kagum dengan menterengnya kantor pusat. Kantor ini dibangun oleh orang-orang kecil yang adalah anggota.

“Sebagai guru saya sepakat dengan apa yang dikemukakan oleh bapak Yakobus Jano, itu luar biasa. Imaginasi anak cucu itu bisa dibangun dengan mengajak mereka untuk melihat  secara langsung capaian dari KSP Pintu Air,” ujar Bhezo.

“Saya termasuk yang paling setia datang foto-foto dan kerjakan dokumentasi gedung ini. Saya cinta koperasi ini dan saya bangga sekali dengan kantor ini. Ini kantor ada di dusun. Gambaran orang tentang dusun itu bisa saja sunyi dan sepi tapi di Rotat geliat orang berkoperasi itu luar biasa,” tambahnya.

Semua mata tertuju untuk ikut menunjukan kepada dunia bahwa kita membangkitkan imaginasi anak-anak/generasi kita yang datang dari dusun, desa untuk giat bersekolah, giat belajar, giat menempuh pendidikan. Semuanya terjadi karena orang tua dari anak-anak itu sendiri adalah insan koperasi. (Hos)

Komentar